Assalamu'alaikum. Selamat Datang di blog saya yang berjudul Peace, Love and Believe ini. Semoga kita bisa berbagi tentang apa saja.

Rabu, 30 Desember 2009

Pandangan "si kecil" tentang Gurita Cikeas

Salah satu hot issue yang sedang berkembang di negara kita tercinta saat ini adalah beredarnya kontroversi di balik buku karya George Junus Aditjondro yang berjudul Membongkar Gurita Cikeas: Di balik skandal Bank Century. Issue ini mulai menjadi buah bibir di masyarakat saat peluncuran perdananya di Jogyakarta beberapa waktu yang lalu. Saking "panas"nya, issue ini bahkan menutupi beberapa issue yang sebenarnya tidak bisa dikatakan tidak penting, diantaranya seperti kontroversi mobil dinas pejabat (Menteri kabinet, Pejabat DPR RI, dll) di republik ini yaitu Toyota Crown Saloon yang harganya ditaksir sekitar 1,3 M, sidang lanjutan perkara pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen, serta yang paling aktual adalah vonis bebas pengadilan negeri Tangerang terhadap Prita Mulya sari atas kasus pencemaran nama baik dengan penuntut RS Omni Internasional. Benar-benar negeri yang penuh dengan kontroversi.

Sekilas tentang George Junus Aditjondro, beliau adalah seorang Sosiolog asal Indonesia. Beliau mulai dikenal masyrakat luas pada saat mengkritik pemerintahan Soeharto tentang kasus korupsi dan permasalahan Timor Timur. Ia sempat harus meninggalkan Indonesia ke Australia dari tahun 1995 hingga 2002 dan dicekal oleh rezim Soeharto pada Maret 1998. Di Australia ia menjadi pengajar di Universitas Newcastle dalam bidang sosiologi. Sebelumnya saat di Indonesia ia juga mengajar di Universitas Kristen Satya Wacana. Sebelum menulis buku ini, beliau juga telah menghasilkan beberapa karya seperti Korupsi Kepresidenan : reproduksi oligarki berkaki tiga : istana, tangsi dan partai penguasa, Korban-korban pembangunan : tilikan terhadap beberapa kasus perusakan lingkungan di tanah air, dll. Klik di sini
http://1.bp.blogspot.com/_M16O4R31nmo/Rzr9fs2qbsI/AAAAAAAAAXQ/1iNGjZcfulQ/s320/aditjond.gif
Gbr: George Junus Aditjondro

Kembali ke issue ter-hot saat ini, beredarnya buku "Membongkar Gurita Cikeas" seperti telah diprediksi sebelumnya akan menuai banyak kontroversi. Ada yang menolak dan tidak sedikit pula yang memberi dukungan terhadap penulis. Pastinya pihak yang menolak adalah mereka yang termasuk dalam lingkaran besar Cikeas, serta segelintir orang yang mungkin mengalami sendiri apa yang menjadi kontroversi. Sedangkan pihak-pihak yang memberi dukungan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari Pejabat tinggi, Pemuka Agama, LSM, Mahasiswa, hingga rakyat yang tidak tahu apa-apa pun memberi dukungan. Yang jelas perbandingan jumlah antara pihak yang pro dan kontra sangat mencolok, dengan didominasi oleh pihak yang pro terhadap penulis tanpa mengetahui apa motivasi dibalik dukungan yang mereka berikan, apakah tulus atau mungkin ada tendensius lain. We dont Know...

Menurut saya pribadi, peluncuran buku ini merupakan sebuah terobosan baru dalam dunia politik di Indonesia yang sedang belajar untuk berdemokrasi. Sebuah langkah tepat untuk mengungkap sebuah fakta yang terpendam dalam-dalam oleh kekuatan para Incumbent di negeri ini. Sehingga seharusnya penulis diberi apresiasi atas prestasi keberaniannya untuk berbagi atas apa yang telah terjadi di negeri ini. Bukan malah dilakukan pencekalan apalagi tuntutan pidana.

Pihak-pihak yang merasa dirinya dirugikan atau yang menjadi pendukung pihak yang merugi, seharusnya sadar bahwa pencekalan atau pelarangan terhadap beredarnya buku tersebut akan berdampak negatif di mata masyarakat. Masyarkat kecil yang tidak berpendidikan pun akan menilai bahwa kebenaran buku tersebut adalah nyata apabila tetap dilakukan pelarangan. Sehingga akan berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan saat ini akan berkurang, bahkan akan jatuh ke titik terendah.

Reaksi negatif dari pihak yang dirugikan pasti akan muncul, tetapi tidak dengan membalas secara kekanak-kanakan. Berilah sikap positif, agar dapat menjadi pembelajaran bagi rakyat bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mengakomodir masalah-masalah yang terjadi dan menyelesaikannya dengan baik. Tidak perlu melakukan boikot terhadap aspirasi rakyat, apalagi sampai melakukan tuntutan pidana terhadap kreativitas mereka. Tunjukkan pada rakyat bahwa content yang tertera dalam buku tersebut adalah fiktif dan tidak mengandung unsur kebenaran yang sah., tentunya dengan data yang akurat pula.

oia, untuk teman-teman yang penasaran dengan buku Membongkar Gurita Cikeas: Di balik skandal Bank Century ini, E-booknya dapat di donlot di sini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar