Assalamu'alaikum. Selamat Datang di blog saya yang berjudul Peace, Love and Believe ini. Semoga kita bisa berbagi tentang apa saja.

Rabu, 14 Mei 2008

Busana minim no, tertutup yes…

Berbusana minim telah menjadi bagian dari perilaku wanita-wanita modern. Dimanapun kita berada, ditengah kota atau dipelosok kampung, ketika siang atau dimalam hari, disaat resmin atau santai, di tengah pasar atau di dalam mesjid, ketika sedang berduka atau saat gembira, busana seksi begitu mudah dijumpai. Sepanjang mata memandang, busana minim selalu ada disana.

Di tengah masyarakat kita, terdapat banyak model busana minim, misalnya jeans ketat, jeans hip style, T-shirt ketat, sweater ketat, kaos tanpa lengan, tank top, rok mini, rok span ketat, rok belahan panjang, dan sebagainya. Jika tahun 80-an atau 90-an hanya sedikit wanita yang memakai mode-mode pakaian tersebut, tetapi saat ini ia telah dipakai oleh sebagian besar wanita-wanita muda perkotaan.

Banyak wanita yang percaya, bahwa busana seksi merupakan pilihan yang sangat menguntungkan karena ia dianggap trendy, mendatangkan kebanggaan, bisa memikat perhatian laki-laki, menggampangkan jodoh, memudahkan karir, dan sebagainya. Namun berdasarkan studi atas fakta-fakta, informasi media, catatan pengalaman, penelitian medis, efek social, juga kajian atas referensi agama, busana seksi justru merupakan high risk clothes. Karena akan mendatang kerugian bagi si pemakai.

Jadi, untuk lebih menghindri terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada kaum wanita, sebaiknya berpakaianlah yang sopan, yang lebih tertutup. Toh pakaian tertutup juga tidak mengurangi kecantikan si pemakai.

terinspirasi dari buku 21 resiko busana seksi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar