Tampilkan postingan dengan label Root Guard. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Root Guard. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 Oktober 2013
Spanning Tree Loop Guard
STP Loop guard menyediakan
proteksi tambahan pada layer 2 forwarding loops (STP loops). STP Loops di
create ketika STP blocking port dalam redundancy topology terjadi kesalahan
transisi ke forwarding state. Hal ini biasa terjadi karena salah satu port dari
physical redundant topology tidak lagi menerima STP BPDU. Pada operasinya, STP
mempercayakan kelangsungan penerimaan dan pengiriman BPDU berdasarkan state
pada exsisting port. Designated port mengirim BPDU dan non designated port
menerima BPDU.
Ketika salah satu port dari
physical redundant topology tidak lagi menerima STP BPD, STP memahami bahwa
topology tersebut adalah Loop free. Akhirnya blocking port pada alternate state
atau backup port berubah menjadi designated dan state menjadi forwarding.
Situasi ini men-create loop.
Feature pada loop guard akan
membuat pengecekan tambahan jika terjadi situasi seperti di atas. Jika BPDU
tidak diterima pada non designated port, dan pada saat bersamaan loop guard
di-enable, port tersebut akan menjadi STP loop-inconsistent blocking state
(tidak menjadi listening, learning atau forwarding state). Tanpa loop guard
feature, port tersebut mengasumsikan menjadi designated port, kemudian menjadi
forwarding state dan mengakibatkan loop.
Ketika loop guard mem-blok
inconsistent port, message berikut akan muncul :
Ketika BPDU diterima pada port
dengan status loop-inconsistent STP, port tersebut akan bertransisi menjadi
status STP yang lain. Berdasarkan penerimaan BPDU, hal ini berarti recovery
dilakukan secara otomatis dan tidak diperlukan intervensi apa pun untuk
melakukan recovery. Setelah recovery, akan muncul message berikut :
%SPANTREE-2-LOOPGUARD_UNBLOCK: Loop guard unblocking port
FastEthernet0/24 on VLAN0050.
Perhatikan contoh berikut sebagai
ilustrasi penjelasan di atas :
Switch A adalah root switch.
Switch C tidak menerima BPDU dari switch B karena adanya link searah antara
switch B dan switch C yang mengalami failure.
Tanpa penggunaan feature loop
guard, blocking port pada switch C akan transisi menjadi listening ketika max
age timer expires, dan kemudian menjadi forwarding state dalam 2 kali forward
delay time. Situasi ini menyebabkan loop.
Dengan feature loop guard di
enable, blocking port pada switch C berubah menjadi STP loop-inconsistent state
ketika max age timer expires. Port dalam status STP loop-inconsistent tidak
dapat mem-forward traffic, sehingga tidak terjadi loop. Secara umum,
loop-inconsistent state adalah sama dengan blocking state.
Configuration
Feature loop guard di enable pada
port interface. Namun, sepanjang terjadi block pada level STP, loop guard dapat
memblock inconsistent port per-VLAN (karena per-VLAN STP). Oleh sebab itu, jika
BPDU tidak diterima pada port trunk untuk sebagian VLAN, hanya sebagian VLAN
tersebut saja yang di block (bertransisi menjadi loop-inconsistent STP state).
Untuk alasan yang sama, jika di-enable pada interface etherchannel, seluruh
channel akan ter-block untuk sebagian VLAN, tidak hanya satu link (karena etherchannel dianggap
sebagai logical port dari sudut pandang STP).
Pada port yang bagaimana loop
guard seharusnya di-enable? Jawaban yang paling sering didengar adalah pada
blocking port. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar. Loop guard harus
di-enable pada non designated port (lebih tepatnya pada root dan alternative
port) untuk semua kombinasi kemungkinan dari topology aktif. Sepanjang loop
guard bukan untuk per-VLAN, port yang sama mungkin designated untuk satu VLAN
ada non designated untuk VLAN lainnya.
Perhatikan contoh :
Secara default, loop guard disable untuk semua interface. Berikut command yang digunakan
untuk mengaktifkan loop guard :
spanning-tree guard loop
Switch(config)#interface gigabitEthernet 1/1
Switch(config-if)#spanning-tree guard loop
Pada Catalyst software versi 7.1
(1), loop guard dapat di enable pada global config. Efektifnya, loop guard sebaiknya
di-enable pada semua link point to point. Link point to pint di deteksi dengan
duplex status link tersebut. Jika duplex yang digunakan adalah full duplex,
link umumnya adalah point to point. Hal ini tetap memungkinkan untuk
mengkonfigurasi, atau override pada tiap-tiap port.
Command berikut untuk enable loop
guard pada global config :
Router(config)#spanning-tree loopguard default
Command untuk verifikasi loop guard : show spanning-tree
Router#show spanning-tree summary
Switch is in pvst mode
Root bridge for: none
EtherChannel misconfig guard is enabled
Extended system ID is disabled
Portfast Default is disabled
PortFast BPDU Guard Default is disabled
Portfast BPDU Filter Default is disabled
Loopguard Default is enabled
UplinkFast is disabled
BackboneFast is disabled
Pathcost method used is short
Name Blocking Listening Learning Forwarding STP Active
------------ -------- --------- -------- ---------- ----------
Total 0 0 0 0 0
Loop guard vs UDLD
Loop guard dan UDLD
(unidirectional Link Detection = Deteksi link searah) secara tujuan saling
overlap, keduanya sebagian besar bertujuan untuk memproteksi dari STP failures
yang disebabkan oleh unidirectional (searah) link. Namun kedua feature ini
berbeda dari segi fungsi dan bagaimana keduanya mendekati dan menyelesaikan
masalah. Berikut table perbedaan keduanya :
Kemampuan operasi Loop guard dengan feature STP lainnya
Root Guard
Root guard adalah sama-sama exclusive
dengan loop guard. Root guard digunakan pada designated port dan root guard
tidak mengijinkan port tersebut untuk menjadi non designated port. Loop guard
bekerja pada non designated port dan tidak mengijinkan port tersebut menjadi
designated port setelah max age time expires. Root guard tidak dapat
di-enable-kan pada port sama dengan loop guard. Ketika loop guard dikonfigurasi
pada sebuah port, maka otomatis root guard yang pada port yang sama akan
disable.
Uplink Fast and Backbone Fast
Baik uplink fast dan backbone
fast adalah transparan dari loop guard. Ketika max age time di skip oleh
backbone fast pada saat reconvergence, dia tidak akan men-trigger loop guard.
Portfast dan BPDU guard dan Dynamic VLAN
Loop guard tidak dapat di-enable
pada port dimana portfast diaktifkan. Karena BPDU guard bekerja pada port yang
mengaktifkan feature portfast (beberapa larangan berlaku pada BPDU guard).
Loop guard juga tidak dapat
diaktifkan pada port dynamic VLAN karena port ini memiliki portfast yang aktif.
Kamis, 03 Oktober 2013
Memahami Root Guard pada Switch
Feature Root guard untuk memastikan
bahwa port dimana root guard tersebut diaktifkan tetap menjadi designated port.
Secara normal, semua port pada Root switch adalah designated port, kecuali jika
dua atau lebih port dari root switch dikonek-kan bersama. Jika switch menerima
superior STP BPDU (superior artinya, parameter priority maupun mac address
switch lebih baik dibanding root switch) pada port yang dikonfigurasi root
guard, maka root guard akan memindahkan port tsb ke root-inconsistent STP
state. Root-inconsistent STP state ini sejatinya sama dengan listening state.
Tidak ada trafik yg di forward keluar port ini. Dengan cara ini, root guard
memaksa agar root switch tetap menjadi root bridge.
Syarat agar sebuah switch menjadi
root switch adalah memiliki bridge ID terbaik. Dalam hal ini switch tersebut
memiliki priority rendah dan atau memiliki mac address paling kecil. Jadi Pada
dasarnya seorang administrator network dapat menentukan switch mana yang akan
menjadi root dengan mengkonfigurasi switch tersebut dengan priority 0. Namun
tidak ada jaminan bahwa switch tersebut selamanya akan menjadi root.
Sebagai refresh ingatan, bahwa
switch yg menjadi root bridge akan melakukan share vlan databasenya pada switch
lain jika VTP diaktifkan.
Contoh berikut menunjukkan
bagaimana root bridge menyebabkan masalah dalam jaringan dan bagaimana root
guard “menolongnya”.
Gambar di atas menunjukkan Switch
A dan switch B adalah core network. Switch A adalah root bridge untuk VLAN.
Switch C adalah switch Access . Link antara B dan C status blocking pada port
di switch C. Arah panah menunjukkan arah dari STP BPDU flow.
Gambar di atas menunjukkan bahwa
switch D mulai berpartisipasi dalam STP.
Jika priority switch D lebih rendah daripada root switch existing, maka
switch D akan dipilih sebagai root switch untuk VLAN. Jika link antara switch A
dan B adalah 1 Gb dan link antara A dan C serta B dan C adalah 100 Mbps, maka
pemilihan switch D sebagai menyebabkan link yang terkoneksi menggunakan Gb
Ethernet menjadi block. Status block ini menyebabkan semua data pada VLAN akan
melalui 100 Mbps link menuju ke Access switch.
Feature root guard dapat
memproteksi jaringan untuk menghadapi issue tersebut.
Konfigurasi root guard dapat
dilakukan per port. Root guard tidak mengijinkan port menjadi root port, jadi
port tersebut tetap dan akan selalu menjadi Designated port. Jika BPDU yang
diterima port ini lebih baik dari BPDU miliknya, maka root guard akan tetap memastikan
bahwa port tersebut tetap akan menjadi designated, root guard akan menjadikan
port tersebut sebagai port-inconsistent STP state.
Pada gambar kedua di atas, Switch
C mem-blok port yang terkonek ke switch D, setelah switch menerima superior BPDU.
Root guard menempatkan port tsb pada root-inconsistent STP state. Tidak ada
traffic yang melewati port ini dengan status tsb. Setelah switch D berhenti
mengirimkan superior BPDU, port akan unblock lagi. Via STP, port akan berubah
dari listening menjadi learning state, dan akhirnya akan menjadi forwarding
state.
Lalu, apa beda antara STP BPDU
Guard dan STP Root Guard ?
BPDU guard dan root guard adalah
sama, tetapi impact nya berbeda. BPDU guard mendisabel port pada penerimaan
BPDU jika Portfast di enable pada port tersebut. Pen-disable-an secara effektif
men-deny switch-switch dibelakang port tersebut untuk berpartisipasi dalam STP.
Untuk mengkatifkan port yang berstatus errdisable, harus dilakukan secara
manual atau dapat melakukan configurasi errdisable-timeout.
Root guard mengijinkan switch lain
berpartisipasi pada STP sepanjang switch tersebut tidak mencoba menjadi root.
Jika root guard mem-block sebuah port, kemudian akan recovery secara
otomatis. Recovery terjadi sesaat
setelah switch lain berhenti mengirim superior BPDU.
Sumber ilmu : Cisco Document
Langganan:
Postingan (Atom)