Assalamu'alaikum. Selamat Datang di blog saya yang berjudul Peace, Love and Believe ini. Semoga kita bisa berbagi tentang apa saja.

Kamis, 12 Mei 2011

Kecelakaan Pesawat Membuatku Semakin Phobia

Kecelakaan Transportasi udara kembali menimpa maskapai penerbangan nasional. Sabtu (7/05/11) sekira pukul 14.00 WIT kecelakaan pesawat terjadi di Papua, tepatnya kabupaten Kaimana, Papua Barat. Pesawat merpati berjenis Xian MA-60 dengan nomor registrasi PK-MZ8968 mengalami gagal landing saat akan mendarat di bandara Kaimana. Menurut berbagai sumber, pesawat nahas tersebut jatuh di teluk kaimana beberapa saat sebelum mendarat atau diperkirakan 500 m sebelum landasan.



Penyebab kecelakaan mulai dianalisa oleh para ahli. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya adalah cuaca buruk, human error, dan bahkan sampai pada argumen bahwa kondisi pesawat tidak laik terbang karena tidak memiliki sertifikasi FAA (Federal Aviation Administration). Hal lain yang mengejutkan publik adalah berhembus kabar bahwa adanya indikasi korupsi dalam proses pengadaan pesawat tersebut.

Apapun analisa dan alasan yang diutarakan terhadap kecelakaan yang menewaskan 27 orang tersebut, bagi saya hal ini menunjukkan bahwa dunia transportasi nasional ternyata belum bisa dikatakan aman dan nyaman. Rentetan kecelakaan menimpa berbagai moda transportasi kita, mulai dari transportasi darat, laut dan udara. Hampir setiap hari kita disuguhkan berita tentang kecelakaan transportasi seperti tabrakan beruntun, tergulingnya gerbong kereta api, tenggelam dan terbakarnya kapal, serta yang paling "gress" adalah jatuhnya pesawat Merpati Xian MA-60.

Seakan tidak peduli, pemerintah terlihat "adem ayem" dengan kondisi demikian. Tidak terlihat pembenahan signifikan yang dilakukan oleh pemerintah. Sebagai regulator, sudah seharusnya pemerintah bertindak tegas terhadap kasus-kasus kecelakaan yang terjadi, misalnya saja pada kasus kecelakaan pesawat Merpati jenis Xian MA-60 ini, pemerintah dapat membuat perintah larangan terbang pada pesawat tersebut untuk sementara waktu sampai ada hasil investigasi penyebab kecelakaan apakah human error atau machine error, atau lakukan sertifikasi ulang untuk mendapatkan sertifikat FAA dari USA. Begitu pula terhadap kasus-kasus kecelakaan yang lain. Semua butuh tindakan tegas yang nyata dari pemerintah, sehingga kasus-kasus kecelakaan serupa dapat diminimalisir.

Sebagai rakyat biasa yang berprofesi sebagai karyawan, saya cukup sering mengunakan jasa angkutan udara untuk bepergian keluar kota. Namun dengan adanya kasus-kasus kecelakaan yang menimpa dunia penerbangan kita beberapa tahun terakhir, phobia pesawat udara semakin mendera saya. Berbagai "ritual agama" pun sering saya lakukan sebelum berangkat untuk mengurangi rasa takut. Sehingga setelahnya itu, saya hanya bisa pasrah kepada Allah Swt. terhadap apapun yang terjadi. Karena menurut saya ketika saya menginjakkan kaki di pesawat, saya telah memasuki sebuah alam yang berbeda, dimana saya sendiri tak tahu apakah saya akan kembali ke alam nyata atau tidak.

Harapan saya, agar pemerintah mampu bersikap tegas dan proaktif terhadap berbagai masalah yang terjadi di negeri ini, termasuk masalah di dunia transportasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar